Selasa, 23 April 2013

Eksotisnya pulau pinang (part 1)

Pulau Pinang merupakan sebuah Negara Bagian Malaysia, yang terdiri dari Pulau Pinang seluas 293 km², dan “Seberang Perai” yang terletak di pantai barat semenanjung malaysia seluas 760km² . Pulau pinang merupakan negara bagian terkecil kedua yang terdapat dimalaysia setelah perlis. Kota utama di Pulau Pinang adalah George town yang merupakan salah satu bandar terbesar di Malaysia, balik pulau dan butterworth  merupakan pusat pariwisata di pulau Pinang. Selain itu  terdapat juga beberapa daerah seperti Air itam, Batu feringgih, bayan lepas, nibong dan lain-lain.

Di sini saya ingin berbagi pengalaman kepada para traveller yang ingin melakukan liburan, perjalanan ini Kami (saya dan adil) lakukan sekitar pertengahan bulan maret 2013. Kami berkunjung ke pulau pinang selama 2 hari 1 malam dengan budget 150 RM untuk biaya prioritas, tentunya diluar shopping dan pengeluaran tak terduga. ini adalah biaya wajib seperti transport Kuala Lumpur-Pulau Pinang  Pulau Pinang-kuala lumpur, biaya makan, penginapan, dan masuk objek wisata tentunya.

Jom kita mulai perjalanan. kami berangkat dari pavilion sekitar jam 10, kebetulan saya tinggal di pavilion, malam itu kami berangkat hanya bermodal keberanian dan keyakinan dikarenakan hari sudah malam, apakah ada terminal yang masih buka. Tapi dengan keyakinan kami tetap berangkat menuju terminal pudu raya, sampai di terminal pudu raya sekitar jam 11. Ini merupakan pengalaman pertama kami menginjakkan kaki di terminal pudu raya. Sesampainya di terminal pudu raya saya mendapati toko yang sudah banyak tutup dan terminal yang mulai sepi. Dalam pikiran saya rencana malam ini batal, karena hari sudah menuju tengah malam dan terminal pun mulai sepi. Tapi harapan itu datang, seorang calo berteriak "pulau pinang, pulau pinang". lalu dia menghampiri saya dan berkata "pulau pinang", dengan cepat saya mengangguk, tanda mengiyakan pertanyaan dari calo tersebut, tanpa diberi aba-aba saya langsung mengikuti calo tersebut menuju lantai 3 terminal. Setelah sampai di lantai 3 terminal apa yang saya dapati, saya mendapati orang-orang sedang mengantri untuk membeli tiket. Dalam hati saya cuma berkata "sialan! aku tertipu". Dan saya pun langsung membeli tiket menuju pulau pinang dengan harga 40 RM. Harga sebenarnya cuma 35 RM karena saya menggunakan calo, akhirnya harus membayar 40 RM sebagai harga tiket. Tapi tidak masalah ini adalah pelajaran yang berharga. Pelajaran yang saya dapati "Kita harus berusaha mencari dahulu, sebelum meminta pertolongan orang lain.



Pukul 12.30, saya meninggalkan terminal pudu raya untuk melanjutkan perjalanan ke pulau penang, ada hal aneh yang terjadi di perjalanan, mulai dari bau kaos kaki yang sangat menyengat, sampai harus memancing kemarahan sopir nya, ada juga bule yang dengan semena-menanya menurun kan kursi tanpa memikirkan masih ada orang lain yang duduk dibelakang nya.
Pukul 05.00 saya sampai di pulau pinang, di sini lagi-lagi saya mendapatkan pelajaran. "Sebelum membeli tiket bepergian pastikan dimana anda akan di turunkan". Karena saya diturunkan bukan di tempat yang saya tuju, saya berharap perhentian terakhir adalah Georgetown. Ternyata saya diturunkan di terminal nibong, daerah yang sama sekali belum pernah saya tahu bahkan saya dengar. Hal yang pertama kali saya lakukan adalah mengecek di google map, apakah saya berada di tempat yang benar atau salah.Setelah saya cek, saya berada di daerah yang benar yakni pulau pinang tapi di tujuan yang salah. Saya berada jauh sekitar 1 jam 30 menit dari tempat yang saya tuju, Georgetown. Dalam keadaan bingung saya menghampiri salah seorang penduduk lokal dan bertanya bagaimana saya bisa sampai ke georgetown. Suatu kelebihan ketika kita bisa berbicara menggunakan bahasa lokal. Semua terasa lebih mudah. 

Sekitar pukul 07.30, saya sampai di Georgetown. Lagi-lagi karena tidak tahu pasti dimana saya akan turun, kembali saya akhirnya salah turun. Yang seharusnya saya turun di Komtar yang merupakan pusat kota Pulau Pinang, saya malah turun di terminal rapid. Tapi semua memberikan berkah tersendiri saya bisa tahu informasi lebih jelas tentang transportasi di pulau pinang dan saya bisa menikmati sunrise.


Setelah mendapati info yang cukup dan rute bus yang akan kami gunakan. Tanpa berpikir panjang saya dan adil langsung menuju ke komtar yang merupakan pusat kota. Sesampainya di komtar hal yang pertama kami lakukan adalah mencari makan dan menyusun strategi perjalanan untuk 2 hari ke depan. Maklum perjalanan ini dilakukan tanpa perencanaan.

Bersambung.................................

Senin, 01 April 2013

1 hari yang menyenangkan menikmati eksotisnya Malaka


Malaka, Malaysia adalah salah satu tempat bersejarah yang wajib dikunjungi oleh para traveler yang berminat dengan arsitektur-arsitektur bangunan kuno. Berwisata ke malaka gak butuh waktu yang lama dan biaya yang banyak.
Buat para traveller yang pengen liburan gak punya waktu banyak dan hanya punya budget pas-pasan. Malaka adalah salah satu tempat yang sangat cocok untuk di kunjungi terutama bagi anda yang suka dengan tempat-tempat yang penuh dengan sejarah seperti benteng, bangunan-banguan peniggalan belanda dan anda akan disuguhi dengan suasana perkotaan zaman dahulu tentunya dengan beberapa modifikasi zaman kini. Bagi yang suka berwisata kuliner jangan khawatir, malaka memiliki tempat wisata khusus yakni jongker street.
Disini saya ingin berbagi pengalaman kepada anda para traveller yang ingin berlibur ke luar negeri tentang liburan saya ke malaka pada bulan januari lalu. Saya berangkat dari Kuala lumpur tepatnya dari terminal Bandar Tasik Selatan pagi sekitar pukul 10 dengan biaya 10 RM ( Ingat ya perjalanan ini di mulai dari kuala lumpur bukan dari indonesia, jadi untuk budget tiket penerbangan Jakarta-kuala lumpur-jakarta itu tergantung kapan kamu pesen dan pake maskapai apa. Tapi jika anda mendarat di KLIA ataupun LCCT anda bisa langsung menggunakan bis menuju malaka ). Tepat Jam 12 saya sampai di terminal bus malaka, karena hari sudah siang dan perut juga sudah lapar, saya memutuskan untuk mencari tempat makan. Dan lagi-lagi jangan khawatir masalah makan. Karena di terminal ini terdapat banyak took yang menyediakan makanan khas Indonesia seperti ayam penyet, pecel lele, sup ayam dan lain-lain dengan harga yang terjangkau tentunya 6 RM (Ringgit Malaysia) untuk satu porsi ayam penyet dan 1.30 RM untuk segelas Teh o ais (kalau di indo nyebutnya es the manis) jadi total buat makan Cuma 7.30 RM (kalau pake kursnya 1RM = Rp. 3.000, maka totalnya sekitar = 21.900 rupiah). Sudah selasai mengisi perut, saatnya kita untuk berkeliling malaka. Buat yang pertama kali ke malaka, jangan risau karena di terminal ini menyediakan pusat informasi untuk para pelancong. Jadi kita bisa nanya-nanya tentang malaka dan kita bisa membeli peta kota malaka dengan harga 5 RM saja. Setelah selesai membeli peta, Tujuan pertama kita adalah Malacca Dutch Heritage Trail. Yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa sampai kesana ?, jawaban nya, cukup mudah, dari terminal kita hanya butuh naik bis satu kali yakni Bus rapid dengan ongkos 1.70 RM dengan waktu tempuh 30 menit. 
Malacca Dutch Heritage Trail adalah salah satu warisan dunia yang telah diakui oleh UNESCO. Penduduk pribumi mengenal wilayah ini dengan sebutan malaka city. Di malaka city. Kita akan di suguhi keindahan arsitekture bangunan peninggalan belanda yang bernilai seni tinggi. Mulai dari gereja, benteng hingga alat transportasi yang ada pada masa dahulu. Beberapa tempat yang wajib di kunjungi ketika anda kesini antara lain : Porta De Santiago - the old gateway, Dutch Graveyard, St Paul’s Church dan lain-lain. Untuk mengunjungi seluruh objek wisata ini, jangan khawatir karena kesemuanya berada di satu komplek. Jadi cukup dengan jalan kaki saja kita bisa mengitari malaka city. Yang paling terpenting adalah anda harus membawa kamera karena sungguh disayangkan jika anda tidak mengabadikan moment-moment special ketika berada di sini.
Setelah cukup puas berkeliling malaka city selama 4-5 jam (ini tergantung anda mau menghabiskan waktu berapa lama untuk berfoto). Hari mulai gelap saatnya kita mengunjungi pusat kuliner yang berada di malaka city. Orang-orang mengenal nya dengan sebutan jonker street. Jonker street hampir sama dengan pasar malam sih kalau kita di Indonesia. Tapi perbedaannya adalah Jonker street merupakan pusat wisata kuliner yang ada di malaka yang hanya aka nada pada malam hari saja, jadi pada siang hari anda tidak akan menemukan jonker street melainkan anda akan menemukan jalan Hang jebat. Jonker street menyajikan berbagai macam  makanan seperti moci, ice telur, kerupuk kentang dan masih banyak makanan lezat lain nya. Tapi yang paling special adalah makanan laut nya seperti sup kerang, sotong kangkung, udang bakar dan berbagai macam pilihan makanan laut, jadi untuk budget makan malam tergantung diri dan selera masing-masing. Khusus yang beragama muslim, ketika berwisata kuliner di jonker usahakan untuk bertanya tentang kehalalan dari makanan nya. Karena menurut pengalaman pribadi saya, ketika saya ingin mencoba salah satu makanan. Sang penjual berkata “gak halal”. Bisa jadi karena dia melihat teman saya memakai jilbab, dia akan langsung berpikir bahwa saya adalah seorang muslim. Jadi hati-hati aja. Tapi jangan khawatir masih banyak makanan yang halal untuk bisa anda nikmati.
Setelah hampir 1 jam berkeliling jonker street. Jam sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Berarti saatnya saya untuk pulang. Dan yang perlu diperhatikan adalah bus terakhir dari malaka ke kuala lumpur  berangkat pukul 11 malam. Jadi setidaknya kita sudah harus berada di terminal malaka setengah jam sebelum keberangkatan. Mangka dari itu saya memutuskan untuk pulang lebih awal di karenakan perjalanan dari malaka city menuju terminal akan lebih jauh di bandingkan ketika kita datang. Perjalanan akan memakan waktu sekitar 1 jam 30 menit sampai 2 jam tergantung tingkat kemacetan pada saat itu. Dan kebetulan saya menghabiskan waktu 2 jam untuk bisa sampai kembali terminal malaka. Yang jadi masalah bagaimana kita bisa mendapatkan bus ? caranya gampang kita tinggal kembali ke tempat dimana kita diturunkan pertama dan menunggu bis yang sama yakni bis no 17 tapi dengan ongkos yang lebih mahal yakni 2 RM.
Saran saya kepada anda yang ingin berwisata ke kota-kota di Malaysia jangan takut, karena Malaysia memberikan kemudahan kepada para pelancong untuk berwisata. Cukup berkunjung ke city center dari sebuah kota anda akan mendapatkan informasi yang anda butuh kan selama berlibur.
Sampai berjumpa lagi di cerita saya selanjutnya Menyelami Keindahan Penang dalam 2 hari 1 malam. Selamat Berlibur
Beberapa foto saya waktu ke malaka